How Honest Are You?

Thursday, 31 July 2008




You Are A Little Honest



Sometimes you do the right thing, but not often

You prefer to look out for yourself most of the time

But sometimes honesty does get the better of you

Here's hoping you answered this quiz honestly

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 8 comments  

Kau Sahabat Kau Teman

Wednesday, 30 July 2008



Munsyid: Hijjaz

Telah tiba saat waktu kau tinggalkan kami
Kerana takdir yang Maha Esa telah menetapkan
Sedih rasanya hati ini bila mngenangkan
Kau sahabatku kau teman sejati

Tulus ikhlasmu luhur budimu bagai tiada pengganti
Senyum tawamu juga katamu menghiburkan kami
Memori indah kita bersama terus bersemadi
Kau sahabatku kau teman sejati

Sudah ditakdirkan kau pergi dulu
Di saat kau masih diperlukan
Tuhan lebih menyayangi dirimu
Ku pasrah diatas kehendak yang Esa

Ya Allah, tempatkannya di tempat yang mulia
Tempat yang kau janjikan nikmat untuk hamba Mu
Sahabatku akan ku teruskan perjuangan ini
Walau ku tahu kau tiada di sisi

Perjuangan kita masih jauh beribu batu
Selagi roh masih di jasad hidup diteruskan
Sedih rasa hati ini mengenangkan dikau
Bagai semalam kau bersama kami

Moga amanlah dan bahagia dikau di sana
Setangkai doa juga Fatehah terus kukirimkan
Moga di sana kau bersama para solehin
Ku sahabatku kau teman sejati

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Four Engineers In The Car

Tuesday, 29 July 2008

Four men rode in a car: a mechanical engineer, an electrical engineer, a chemical engineer, and a computer engineer.

The car stalled out.

The mechanical engineer said, "It must be the pistons; let's repair them and be on our way."

The electrical engineer said, "It has to be the spark plugs; we'll replace them and be ready to roll in no time at all."

The chemical engineer said. "No, it's got to be bad gas; we'll flush the system and be on our way."

They turned to the computer engineer. "What do you think we should do?" they asked.

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Rumahtangga Dakwah

Monday, 28 July 2008

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 1 comments  

Kisah Anak Ikan

Sunday, 27 July 2008

Cerita ini mengisahkan seekor anak ikan dan ibunya yang sedang berenang-renang di lautan dalam. Ibu ikan sedang mengajar anak kesayangannya akan erti kehidupan dan realiti yang mereka hadapi.

Anak ikan ini bertanya, "Apa banyakkah perkara yang anakanda tidak ketahui wahai ibu?"

Ibu ikan ini pun berkata, "Duhai anakku yang ku kasihi, sesungguhnya terdapat suatu perkara yang amat penting yang ibu ingin sampaikan. Ajaran ini telah disampaikan oleh pendita-pendita ikan yang terulung sejak zaman berzaman, telah disebarkan kepada seluruh warga alam air ini dan ibu harap anakanda juga ambil berat apa yang ingin ibu katakan...

Suatu hari nanti, anakanda akan beruji dengan godaan-godaan yang mengelirukan akal. Akan anakanda jumpa cacing yang sungguh enak sedang dicucuk oleh mata kail dan diikat pada tali yang tidak nampak oleh mata kasar. Cacing itu kelihatan sungguh mengiurkan, sungguh lazat sehinggakan anakanda tidak terfikir akan apapun kecuali utk menikmati juadah yang enak itu. Tetapi anakanda kena ingat itu hanyalah muslihat manusia, mengumpan anakanda ke alam lain yang penuh sengsara."

"Alam apa itu ibu?"

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Belajar Menjadi Sabar

Saturday, 26 July 2008

Suatu hari seorang ibu meninggalkan anaknya di dalam buaian sementara dia keluar ke semak-semak belakang rumahnya untuk mencari kayu api. Kebetulan pada ketika itu tiada seorang pun anggota keluarga lain di dalam rumah itu. Lalu tinggal lah sang bayi yang sedang tidur nyenyak itu ditemani oleh seekor kucing jantan. Kucing jantan itu sebenarnya adalah kesayangan dan sekaligus menjadi hiburan bagi seisi keluarga.

Beberapa ketika setelah si ibu keluar, tiba-tiba seekor ular sawa yang cukup besar merayap menaiki rumah. Seekor kucing dengan mudah dapat mengesan pencerobohan seekor atau beberapa ekor ular. Mula-mula dilihatnya sahaja ular itu merayap masuk, tetapi apabila ular itu mula menjenguk ke dalam buaian, si kucing segera membuka kukunya. Dan si ular mula membuka mulut utk melahap bayi, tanpa melengah si kucing segera menerkam.

Terjadilah pergomolan yg luar biasa. Sasaran si kucing hanyalah kepala ular. Percubaan ular untuk membelit si kucing tidak berjaya. Kucing adalah antara makhluk yang pantas. Si ular cedera parah dengan cakaran demi cakaran si kucing dan akhirnya matilah ular sawa itu. Seketika kemudian si ibu pulang dari dari hutan. Si kucing segera menyambutnya di tangga sambil mengiau ngiau. Tetapi alangkah tekejutnya si ibu apabila melihat mulut dan kaki si kucing berlumuran dengan darah.

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

A Meaningful Story About Our Parents

Friday, 25 July 2008

A simple man tells how his booking an air ticket for his father, his first flight, brought emotions and made him realize that how much we all take for granted when it comes to our parents.

My parents left for our native place on Thursday and we went to the airport to see them off. In fact, my father had never traveled by air before, so I just took this opportunity to make him experience the same. In spite of being asked to book tickets by train, I got them tickets on Lufthansa.

The moment I handed over the tickets to him, he was surprised to see that I had booked them by air. The excitement was very apparent on his face, waiting for the time of travel. Just like a school boy, he was preparing himself on that day and we all went to the airport, right from using the trolley for his luggage, the baggage check-in and asking for window seat and waiting restlessly for the security check-in to happen. He was thoroughly enjoying himself and I, too, was overcome with joy watching him experience all these things.

As they were about to go in for the security check-in, he walked up to me with tears in his eyes and thanked me. He became very emotional and it was not as if I had done something great but the fact that this meant a great deal to him.

When he said thanks, I told him there was no need to thank me.

But later, thinking about the entire incident, I looked back at my life.

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Allah Maha Pengasih

Thursday, 24 July 2008

Sepasang suami isteri yang sudah menikah selama 7 tahun dan memiliki 3 orang anak, terlibat dalam sebuah pertengkaran hebat.

Begitu hebatnya pertengkaran mereka, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai, mengakhiri kehidupan rumah tangga mereka secepat mungkin. Mereka menemui seorang peguam, untuk melangsungkan perundingan pembagian harta diantara mereka, perundingan berlangsung lancar, namun akhirnya sebagian besar masalah terselesaikan, baik tanah, rumah, dan semua aset harta mereka dapat dibagi dan mencapai kepuasan kedua belah pihak.

Hanya satu hal tidak ditemukan jalan keluarnya, yaitu mengenai pembagian anak [jangan lupa anak mereka tiga orang], baik si suami maupun si istri sama sama ingin mengasuh 2 anak, tidak ada yang mau mengalah, dan anak tidak mungkin dibelah dua seperti pada Zaman Sulaiman dulu.

Akhirnya mereka menemui seorang tokoh agama, meminta nasihat bagaimana jalan keluar yang harus ditempuh. Sang Imam akhirnya memberikan jalan keluar yang bijak, iaitu mereka diminta menunda perceraiannya selama satu tahun, mereka harus menambah satu orang anak selama satu tahun, bila Tuhan mengizinkan perceraian mereka, Tuhan akan memberikan tambahan satu anak, total menjadi 4 anak, sehingga mudah untuk dibagi diantara mereka berdua.

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Menghindari Sifat Pemarah

Wednesday, 23 July 2008

Sifat pemarah itu berasal daripada sifat sombong (ego). Lagi besar ego seseorang lagi besar marahnya. Ini berkaitan pula dengan kedudukan seseorang. Kalau tinggi kedudukan seseorang, besar pangkatnya, banyak hartanya, ramai pengikutnya, maka akan tinggilah ego seseorang dan akan menjadi-jadilah pemarahnya. Sebaliknya jikalau kurang segalanya, maka akan kuranglah egonya dan akan kurang jugalah pemarahnya.

Sifat pemarah ini ada pada hampir semua orang seperti juga hasad dengki. Kenapa kita mesti marah ? Telah berkata Mujahid di dalam sebuah bait syair "Takdir Allah telah putus dan putusan Allah telah terjadi. Istirehatkan hati dari kata-kata "Barangkali" dan "Kalau".

Setiap kelemahan dan kesilapan manusia adalah ujian untuk kita. Allah mahu melihat bagaimana sabarnya kita dan malunya kita kepada Allah dengan mengucapkan "Inna lillahi wainna lillahi raji'un".

Pernah ditanya Ahnaf bin Qais, bagaimana dia boleh mengekalkan sifatnya yang lemah lembut itu.

Ahnaf menjawab: " Aku belajar dengan Qais bin Asim iaitu pada satu hari sedang berehat-rehat, masuk hambanya membawa panggang besi yang berisi daging panggang yang masih panas. Belum sempat daging itu diletakkan dihadapan Qias, tanpa sengaja besi pemanggang yang panas itu jatuh terkena anak kecil Qais.

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Beberapa Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah

Tuesday, 22 July 2008

1. Sholat wajib tepat waktu, selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah
Dengan sholat, berdo'a dan dzikir kepada Allah, Inya Allah hati menjadi tenang, damai dan makin dekat dengan-Nya

2. Sholat tahajud
Dengan sholat tahajud Insya Allah cenderung mendapatkan perasaan tenang. Hal ini dimungkinkan karena di tengah kesunyian malam didapatkan kondisi keheningan dan ketenangan suasana,yang tentu saja semua itu hanya dapat terjadi atas izin-Nya. Pada malam hari, diri ini tidak lagi disibukkan dengan urusan pekerjaan ataupun urusan-urusan duniawi lainnya sehingga dapat lebih khusyu saat menghadap kepada-Nya.

3. Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat
Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Dan dapat secepat kilat menjemput.

4. Membayangkan tidur di dalam kubur
Membayangkan tidur dalam kuburan yang sempit , gelap dan sunyi saat kita mati nanti. Semoga amal ibadah kita selama di dunia ini dapat menemani kita di alam kubur nanti.

5. Membayangkan kedahsyatan siksa neraka
Azab Allah sangat pedih bagi yang tidak menjauhi larangan-Nya dan tidak mengikuti perintah-Nya. Ya Allah jauhkanlah kami dari siksa neraka-Mu, karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu.Ya Allah bimbinglah kami agar dapat memanfaatkan sisa hidup kami untuk selalu dijalan-Mu..

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Mendekatkan Diri Kepada Allah

Monday, 21 July 2008

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan (QS 45: 15).

Kesuksesan hidup manusia di dunia dan akherat tergantung kepada amalnya sendiri. Ketika dia berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka Allahpun akan mendekat kepada-Nya. Rasulullah saw memberitakan bahwa kalau kita mendekat kepada Allah sejengkal, maka Allah akan mendekat kepada kita sehasta. Keselamatan manusia dari siksa api neraka tergantung kepada kedekatan hubungannya dengan Allah. Sedang kedekatannya dengan Allah tergantung pada seberapa jauh dia mengenal Allah. Pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang". Orang yang bermujahadah untuk mengenal Allah maka kemanfaatannya akan kembali kepada dirinya sendiri (QS 29: 6), antara lain dengan munculnya rasa hormat dan sikap taat kepada-Nya. Oleh karena itu yang pertama perlu kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah berusaha mengenal Allah dengan ilmu. Kita pelajari ayat-ayat qauliyah untuk memahami sifat-sifat Allah. Kita pelajari ayat-ayat kauniyah untuk memahami kekuasaan dan keagungan Allah. Ayat-ayat itu kita fahami, kita resapi, dan kita hayati sehingga menjadi keyakinan di dalam hati. Jangan sampai seperti kaum muda yang lemah akal, yang dikisahkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah saw bahwa mereka membaca Al Qur'an, tetapi tidak melewati kerongkongan. Mereka tidak mengambil manfaat dari apa yang mereka baca.

Yang ke dua adalah dengan cara mempertebal keimanan. Perbanyaklah merenung memikirkan betapa kecilnya manusia ini, sebaliknya betapa besarnya kekuasaan Allah. Tidak layak manusia yang kecil dan lemah ini durhaka kepada Allah yang menguasai jagad raya. Perbanyaklah mengingat mati dan fahami betul usia kita di dunia ini hanya sebentar, sebaliknya kehidupan akheratlah yang kekal. Rugi sekali kalau hidup kita yang pendek di dunia ini harus berlanjut dengan siksa neraka yang kekal selama-lamanya di negeri akherat. Baik dan buruknya akhlak kita tergantaung tebal dan tipisnya iman kita kepada Allah dan hari akhir. Rasulullah saw memberitakan bahwa iman itu bertambah dan berkurang. Kita harus bermujahadah untuk menambah tebalnya iman dan tidak membiarkan iman kita berkurang, sehingga membahayakan kehidupan akherat kita.

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Di Atas Sajadah Cinta

Sunday, 20 July 2008

Penulis: Habiburrahman El Shirazy

KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa.

Di serambi masjid Kufah, seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. Kedua matanya memandang teguh ke tempat sujud. Bibirnya bergetar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Hati dan seluruh gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan, Pencipta alam semesta. Orang-orang memanggilnya “Zahid” atau “Si Ahli Zuhud”, karena kezuhudannya meskipun ia masih muda. Dia dikenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. Sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam masjid, untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota Kufah. Saat itu masjid adalah pusat peradaban, pusat pendidikan, pusat informasi dan pusat perhatian.

Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Setiap kali sampai pada ayat-ayat azab, tubuh pemuda itu bergetar hebat. Air matanya mengalir deras. Neraka bagaikan menyala-nyala dihadapannya. Namun jika ia sampai pada ayat-ayat nikmat dan surga, embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur sekujur tubuhnya. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Ia bagai mencium aroma wangi para bidadari yang suci.

Tatkala sampai pada surat Asy Syams, ia menangis,

“fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha.

qad aflaha man zakkaaha.

wa qad khaaba man dassaaha…”

(maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan,

sesungguhnya, beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya…)

Hatinya bertanya-tanya. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya. Ataukah golongan yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung, ataukah yang merugi?

Ayat itu ia ulang berkali-kali. Hatinya bergetar hebat. Tubuhnya berguncang. Akhirnya ia pingsan.

***

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 1 comments  

Forgive Me When I Whine

Saturday, 19 July 2008

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

How Do You Respond: Fight or Flight?

Friday, 18 July 2008




Your Response is: Stay Calm



You don't have much of a fight or flight response.

In fact, you rather do neither. You don't like getting worked up.



You are able to approach most threats calmly and rationally.

You don't let your emotions get the best of you!

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Airmata Keinsafan

Thursday, 17 July 2008

Munsyid: The Zikr

Air mata keinsafan
Yang mengalir di malam sepi
Inilah dia pelembut jiwa
Bagi mendapat kasih Ilahi

Rintihan di pertiga malam
Dari seorang hamba yang dhoif
Kerna mengenang segala dosa
Moga mendapat keampunan dari Ilahi

Setiap kekasih Allah
Menempuhi jalan ini
Untuk mereka memiliki kejayaan
Ayuh bersama kita susuli
Perjalanan kekasih Allah
Agar kita tiada rugi
Dalam meniti hidup ini

Deraian air mata ini
Titisan yang paling berharga
Buat menyimbah api neraka
Moga selamat di titian Sirat
Bahagia menuju syurga abadi

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Konsep 'Kita'

Wednesday, 16 July 2008

Tersebutlah suatu kisah dimana si isteri telah meluahkan rasa tidak puas hatinya pada sang suami yang berbunyi lebih kurang begini..

Isteri: Apa lah abang nie. Asalkan kawan abang datang, abang mesti cakap rumah abang, kereta abang, TV abang, sofa abang. Tak adil lah macam nie. Asik-asik abang aje.

Suami: La. Abis ayang nak abang cakap macam mana?

Isteri: Abang cakap la rumah kita, kereta kita, TV kita, sofa kita. Bukankah semua harta benda nie hak milik kita bersama?

Suami: Ahhh.. Iya lah iya lah.

Isteri: Hmm.. Abang dari tadi lagi terhegeh-hegeh cari apa?

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

de PATh

Tuesday, 15 July 2008

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 2 comments  

Why Should I Study?

Monday, 14 July 2008

Many years ago in Uzbekistan, a baby boy was born blind. His Mother, the strong Mu'minah that she was, did not lose sight of He who had the Power to cure him. She prayed and prayed for her sons sight. And within a few years the boy regained his eyes.

She was widowed, the boy an orphan. She traveled with him to Makkah so that he could receive an Islamic Education. She arranged that he attend the circles of the scholars, and in those circles, he began excelling in the science of Hadith. He traveled to distant villages in search of the most authentic sayings of Rasul Allah (pbuh). He would pray two raka'at before accepting a hadith. His mother named him: Muhammad ibn Isma'il. And many of us know him today by the book he compiled, the book that stands after the Quran in authenticity: Saheeh Al-Imam Al-Bukhari!

In another land, in another time, chilly Baghdad winds would wake up another boy. Much before Fajr, his mother would bundle him in warm shawls and escort him through the darkness, making sure he reached the Masjid safely. After Fajr, she would wait for him as he read Hadith to the biggest scholars of the land. Then, long after the sun had come up, she would meet him outside and together they would walk home. She was a strong mother indeed, for her son grew up to become an Imam of the Muslim Ummah, an Imam by the name of Ahmad ibn Hanbal.- (Manaaqib Ahmad, by Ibn Al-Jowzee)

Imam Suyuti authored his first book, Tafseer Bismillaah Ar-Rahman Ar-Raheeem, when he was in grade 2!

Dear brothers and sisters, why should we try to follow in the footsteps of these many other stars of Islam? The information that we shall in sha' Allah learn is not like anything else. This knowledge is the law of Allah and the inheritance of the Prophets. It is our duty to preserve and protect the estate of Rasul Allah (pbuh), something that cannot happen without there being serious and sincere brothers and sisters spending long days and nights reading, reflecting, and teaching others.

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Rahmatan Lil Alamin Blood Donation Drive @ Al-Iman

Sunday, 13 July 2008


Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 2 comments  

Tag: 17

Saturday, 12 July 2008

Tag asal dari kawan sekolah menengah dulu. Siapa yang terlebih rajin, buatlah =D

Jawab soalan dibawah, buat carian gambar di Google dengan jawapan tersebut. Ambil gambar dari mukasurat web pertama, buat dengan penerangan yang paling singkat

1. umur pada hari lahir yang akan datang:


2. tempat yang ingin pergi:


3. tempat kegemaran:


4. makanan kegemaran:


5. haiwan kegemaran:

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 3 comments  

Ada Cinta Di Sebalik Gua

Friday, 11 July 2008

"Ada apa, wahai Abu Quhafah?" tanya Rasulullah heran. "Aku tidak mengerti akan perbuatanmu ini!"

Lepas dari Makkah, kedua lelaki itu segera menyusur jalan menuju Yatsrib di Utara. Menuju tanah yang ditunjukkan Tuhan seperti Musa membelah Laut Merah menuju tanah yang dijanjikan di seberang lautan yang terbelah. Sesekali Abu Bakar berjalan di depan lelaki yang dicintainya itu. Sebentar kemudian putra Abu Quhafah itu pindah di belakangnya. Sebentar kemudian, ia pindah di kanannya. Sebentar kemudian pindah pula di sisi kirinya. Demikian itu dilakukannya berulang-ulang.

"Ya, Rasulullah!" jawab Abu Bakar. "Saya teringat akan pengintai, maka saya ada di depan engkau. Saya teringat akan para pencari, maka saya ada di belakang engkau. Sesekali saya di kanan engkau. Sesekali saya di kiri engkau."

Sampailah mereka pada malam yang larut. Gelap pekat membungkus bumi. Tak ada seberkas sinar pun di sekeliling mereka kecuali kerlip bintang di langit sahara bulan Shafar. Gunung Tsur yang kini menjulang di hadapan keduanya serupa raksasa hitam yang berdiri kokoh dan angkuh, siap menerkam bulat-bulat. Senyap menyergap. Sunyi. Tak ada suara yang tertangkap telinga kecuali derap langkah kaki telanjang mereka pada kerontang tanah padang pasir sepanjang jalan.
Kedua orang itu lantas mendaki raksasa hitam di hadapan mereka dan menemukan sebuah lubang besar di perutnya. Orang-orang menyebutnya Gua Tsur. Sebuah gua yang terkenal berbahaya karena di dalamnya berisikan binatang liar dan buas, terutama ular-ular berbisa. Tak seorang pun mau memasuki lubang itu, menyerahkan tubuhnya tercabik dan nyawanya hilang percuma pada sekelompok ular kelaparan.

Abu Bakar lantas meminta izin kepada Rasulullah Saw. untuk memeriksa bagian dalam gua itu. Lelaki kinasih itu pun mengiyakan. Masih membekas dalam ingatannya, bagaimana teman seperjalanannya itu menjaga dirinya ketika keluar dari Makkah beberapa saat yang lalu. Ia kini memasang badan memasuki sebuah gua yang mungkin tak seorang pun pernah merambahnya. Segala sesuatu bisa terjadi pada laki-laki itu. Tapi bagaimanapun mereka perlu tempat berteduh, bermalam, sekaligus bersembunyi. Orang-orang Quraisy Makkah pasti sedang disebar ke segenap penjuru untuk mencari jejak-jejak kaki mereka, memburu, dan menangkap mereka hidup atau mati.

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Menghafal Nama

Thursday, 10 July 2008

Abbas As-Siisi - ‘Bagaimana Menyentuh Hati’

Menghafal nama adalah hal yang penting, kerana dari sinilah terjadi interaksi dan lahir sifat saling percaya sesama individu. Ia merupakan langkah awal dan benang pertama yang mengikat antara hati individu. Ia adalah benang yang mengikat bola-bola kecil yang berserakan. Setiap orang tentu akan merasa senang jika dipanggil dengan namanya, apalagi dengan nama yang paling ia sukai.

Menghafal nama mempunyai peranan yang amat penting. Oleh kerana itu, akan saya paparkan beberapa metode yang dapat membantu permasalahan ini.

1. Hendaklah kita tanamkan rasa ingin dan suka menghafal nama orang lain.

2. Ketika sedang berkenalan, hendaklah kita siap untuk menghafal namanya - secara lengkap atau sebahagian saja- lalu mengingat-ingat dan memakainya pada saat itu juga tatkala bercakap-cakap.

3. Nama biasanya terdiri dari tiga bahagian: namanya sendiri, nama orang tuanya, dan nama keluarganya. Nama yang paling disukai oleh pemiliknya adalah namanya sendiri atau kuniah-nya. (sebutan nama yang dikaitkan dengan anak laki-laki tertua, seperti Abu Khalid, Ummu Khalid, dan sebagainya). Jika Anda tambahkan pada nama itu nama keluarganya, itu akan lebih baik. Biasanya nama keluarga yang satu dengan yang lain tidak sama jadi sangat mudah untuk dihafal, seperti As-Siisi. Adapun nama-nama seperti Muhammad, Ali, Hasan, atau Sa'ad akan sangat banyak dijumpai, sehingga agak sulit menghafalnya.

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments  

Cinta Rais Raisah

Wednesday, 9 July 2008

SATU

“ Fiq, jom sarapan “

Hening pagi dipecahkan dengan laungan umi. Taufiq tergagau betah. Lamunannya diterjah dan diganggu. Laungan itu tidak dijawabnya. Dia diam melayan gelodak hatinya. Lukanya perlu diubati.

Fikirannya melayang jauh mengingatkan nasib yang menimpa bayi comelnya Aisyah. Aisyah tidak bersalah. Aisyah tidak tahu apa-apa. Aisyah kehilangan Aliya, ibunya gara-gara sikap dinginnya.

Taufiq agak sesal dengan apa yang berlaku. Semua silap dia. Dialah punca segala-galanya. Dia suami dan ayah yang tidak bertanggungjawab.

Taufiq bungkam. Tidak tahu di mana hendak dimulakan rentaknya semula. Dia malu pada umi. Malu juga pada ayah. Dia lebih malu pada mak dan abah, mertuanya. Dia tidak layak untuk berdepan dengan semua orang lantaran semua salahnya.

Aliya terseksa gara-gara sikapnya yang acuh tidak acuh. Semua sudah terlambat. Aliya pergi jua walau dia merintih pada Tuhan.

Ajalnya telah tiba. Dia tahu itu semua tapi kehilangan Aliya amat dikesalinya lantaran dialah puncanya.

“ Liya! Maafkan abang, bantulah abang untuk tebus kembali salah dan silap abang pada Liya “

“ Memang abang mengaku yang abang kahwini Liya sebab terpaksa. Abang abaikan Liya. Abang seksa hidup Liya. Maafkan abang Liya.

“ Tapi Liya. Abang jatuh cinta dengan sifat sabar yang ada pada Liya. Liya sungguh-sungguh kental. Liya istimewa pada abang lepas 2 bulan kita hidup bersama ” Hati taufiq berbisik.

Biarlah Liya tidak mendengarnya. Yang penting dia mahu melepaskan rasa bersalahnya pada Liya.

Dua bulan dia tidak mempedulikan Liya selapas akad. Dia tidak boleh menerima Liya sebagai isterinya. Bisikan hati sering menghasut batinnya.

Dia nekad untuk bersama Aliya bila hatinya ikhlas menyintai perempuan itu. Dia harus jujur. Dia tidak mahu menipu Aliya.

Dua bulan dia mencuba. Dua bulan dia paksa hatinya untuk menghargai kecantikan dan keluhuran perempuan yang dikahwini atas desakan uminya.

“Liya memang istimewa. Abang amat rindukan lembut suara Liya. Benar-benar rindu ”

Rupanya gadis itu punya kuasa istimmewa. Sifat sabar berjaya menawan hatinya. Dia jatuh cinta pada isterinya setelah dua bulan usia perkahwinannya. Saat itu dia benar-benar bahagia.

Dia makin rasional dan dengan sepenuh hati menyintai sepupunya, juga rakan sepermainannya. Yang lebih penting, Aliya adalah haknya. Dia juga milik sah Aliya.

“ Abang cintakan Liya “ bisiknya

“ Liya sayangkan abang untuk selamanya. Liya nak bersama abang sampai ke syurga “ Bisikan itu masih terngiang di telinganya walau Aliya sudah dijemput pergi selepas setahun usia perkahwinan dan tidak akan kembali.

“ Tuhan lebih sayangkan liya. Abang maafkan dan halalkan semua silap dan makan minum Liya. Liya juga maafkan abang ya “

Read More...

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32 0 comments