Pencegahan dan Terapi Penyakit Hati

Friday, 18 April 2008

Fungsi Hati adalah untuk mengambil Hikmah dan Ma'rifah. Dengan Hikmah, maka seseorang dapat menyerap ilmu dan mengambil Ibroh dan dengan Ma'rifah maka seseorang dapat mengenal Allah dan mencintai-Nya.

Sehingga apabila hati sakit, ibarat anggota tbuh kita yang lain, maka ia tidak akan bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Tidak dapat menerima ilmu, mengenal Allah bahkan tidak dapat mencintai-Nya. Padahal diriwayatkan dalam sebuah Hadist ''Jika ingin mengenal Allah, maka kenalilah dirimu sendiri". Sehingga sangatlah penting bagi seseorang untuk mengenali dirinya. Apakah "dirinya sehat" dalam arti tidak terjangkiti Penyakit Hati?

Ada 2 indikasi Penyakit Hati, yaitu:

1. Lebih mencintai segala sesuatu ketimbang Allah
Tanda cinta kita kepada Allah adalah lebih mengutamaka Allah dari segala yang ada di dunia, seperti didalam firman Allah QS. 9:24
Contoh: Ketika diri merasa berat untuk menjalankan perintah Allah, menunda-nunda sholat

2. Mengetahui Penyakit Hati yang dimilikinya kemudian mengobatinya sesuai dengan Penyakit Hati yang dideritanya

Contoh: Bakhil maka pengobatannya dgn memperbanyak sedekah namun tidak berlebih lebihan. Karena Islam itu sendiri memiliki konsep Tawazun, berada ditengah-tengah. Dikatakan didalam buku tsb bahwa untuk berada ditengah-tengah sangatlah sulit karena ia lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.

Efek dari pengobatan Penyakit Hati tsb akan melahirkan ISTIQOMAH, karena Istiqamah tidak akan tercapai tanpa amal sholeh dan amal sholeh tidak akan tercapai tanpa akhlaq yang baik. Didalam QS. 11:12 Allah memerintahkan kita untuk Istiqomah.

Permasalahannya adalah seseorang baru menyadari bahwa ia terjangkiti Penyakit Hati apabila kondisinya sdgh sedemikian parah. Padahal dikatakan dalam buku tsbt, Apabila Allah menghendaki kebaikan seorang hamba, maka ia akan memperlihatkan aibnya kepada dirinya sendiri.

Beberapa metode untuk mengetahui aib diri:
- Mendatangi orang shaleh dan meminta ia untuk menyebutkan aib diri kita
- Meminta kpd kawan yang jujur, beragama dan tajam bashirohnya untuk menceritakan aib-aib diri kita. Apabila ia benar seorang kawan/sahabat yangmencintai kita, maka ia tidak akan sungkan untuk menegur dan menceritakan aib-aib diri kita karena ia menghendaki kebaikan bagi diri kita
- Dari musuh, ia adalah sekaligus kawan terbaik kita karena darinya kita mengetahui aib-aib kita, namun seringkali kita menganggap bahwa apa yang ia katakan semata-mata karena kedengkiannya, sehingga seringkali pula kita mengabaikan kata2nya
- Bergaul dengan masyarakat, dimana kita melihat banyak keburukan atau kejelekan (dalam hal ini Penyakit Hati) yang terdapat dimasyarakat sehingga dapat memotivasi untuk tidak berlaku demikan. ''Seandainya setiap orang meninggalkan apa yang mereka benci dari orang lain, maka tidak diperlukan lagi mu'adzib (pemberi pelajaran)".

Terapinya Penyakit Hati:
*) Mujahadah (bersungguh-sungguh) untuk mengobati Penyakit Hati
*) Berdo'a kepada Allah meminta agar diganti dengan hati yang lebih baik

Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32  

1 comments:

penyakit hati.. rasanya kalau tak reti nak ubatkan sendiri kena jumpa psikiatris kot. he he..

Maryam said...
21 April 2008 at 12:53 am  

Post a Comment