Di Jalan Dakwah Kugapai Sakinah

Thursday, 17 April 2008

Penulis: Cahyadi Takariawan

Panduan Merencanakan Pernikahan
Hingga mencapai Kebahagiaan Puncak dalam Rumah Tangga



Pernikahan adalah akad untuk beribadah kepada Allah SWT, akad untuk menegakkan syariah Allah SWT, dan akad untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Pernikahan adalah akad untuk meninggalkan kemaksiatan, akad untuk saling mencintai karena Allah SWT, akad untuk saling menghormati dan menghargai, akad untuk saling menerima apa adanya, akad untuk saling menguatkan keimanan, akad untuk saling membantu dan meringankan beban, akad untuk saling menasehati serta akad untuk setia kepada pasangannya, baik dalam suka maupun duka, dalam kefakiran dan kakayaan, juga dalam sakit dan sehat.

Pernikahan berarti akad untuk meniti hari - hari dalam kebersamaan, akad untuk saling melindungi, akad untuk saling memberikan rasa aman, akad untuk saling mempercayai, akad untuk saling menutup aib, akad untuk saling mencurahkan perasaan, akad untuk berlomba menunaikan kewajiban, akad untuk saling memaafkan kesalahan, akad untuk menyimpan dendam dan kemarahan serta akad untuk tidak saling mengungkit - ungkit kelemahan, kekurangan dan kesalahan.

Pernikahan adalah akad untuk tidak melakukan pelanggaran, akad untuk tidak saling menyakiti hati dan perasaan, akad untuk tidak saling menyakiti badan, akad untuk lembut dalam perkataan, akad untuk santun dalam pergaulan, akad untuk indah dalam penampilan, akad untuk mesra dalam mengungkapkan keinginan, akad untuk menumpahkan kasih sayang, akad untuk saling merindukan, akad untuk tidak adanya pemaksaan kehendak, akad untuk tidak saling membiarkan dan akad untuk tidak saling meninggalkan.

Pernikahan juga bermakna akad untuk menebarkan kebajikan, akad untuk mencetak generasi berkualitas, akad untuk siap menjadi bapak dan ibu bagi anak - anak, dan akad untuk membangun peradaban masa depan.

PERNIKAHAN adalah AKAD untuk segala hal yang bernama KEBAIKAN!!!


Aktivis dakwah memiliki tatangan yang unik. Ada perbedaan yang khas dibanding keluarga pada umumnya; jarangnya waktu untuk bertemu di saat keluarga lain bercengkerama di hari keluarga, kurangnya privacy bahkan di saat istirahat, dan sejumlah masalah khas lain. Mereka ini perlu resep yang pas agar penikahannya tetap sakinah. Di buku ini, Pak Cah menyuguhkan kepada Anda bagaimana menggapai sakinah semenjak titik awal menentukan jodoh. Pak Cah meramunya dengan kekayaan pengalaman yang ditulis dengan bahasa sederhana

Mohammad Fauzil Adhim, penulis senior



Bagi para aktivis, keluarga adalah tempat menyerap energi untuk memikul beban dakwah yang kian hari kian berat. Maka nikmatilah suasana keluarga agar sempurna energi Anda

Anis Matta, politikus anggota DPR RI



Seperti awan kecil yang menjelma hujan, lalu melukis hijau pada bumi. Demikianlah buku ini, meredakan kehausan akan hikmah.

Izzatul Jannah, novelis


Posted by hAiRiL/spiderman_pink at 23:32  

2 comments:

macam ada tanda-tanda aje.. aiseh... :D

Maryam said...
20 April 2008 at 2:04 am  

tanda-tanda kiamat ke? fuh tu memang seram kalau difikirkan x_x

kata blog kawin-kawin kan. tak salah pe kalau rekemen buku-buku berkenaan :D

kalau tanda-tanda lain tu, hayat kita umpama puzzle kan *macam kenal je ayat ni XD * cuma jodoh, rezeki dan masa je yang jadi penentu. tick tock tick tock..

20 April 2008 at 10:01 pm  

Post a Comment