Hari Yang Pasti
Thursday, 6 November 2008
Anti..
Bukan ana tidak mahu bertanyakan khabar pada anti,
Tetapi ana sering mendoakan agar satu hari nanti,
Ana tak perlu bertanyakanya dan ana sentiasa merasai,
Di hari-hari yang pasti.
Bukan ana tidak mahu bercakap dgn anti,
Tapi ana ingin menghabiskan bicara-bicara ana,
Tika mana ana dan anti 'bukan' lagi 'ana' dan 'anti',
Di hari-hari yg pasti.
Bukan ana tidak mahu chatting dgn anti,
Tapi ana takut jari-jari ini tidak diizinkan lagi untuk membelai rambut anti,
Di hari-hari yang pasti.
Bukan ana tidak mahu mesej anti,
Tapi bimbang Allah menarik kenikmatan ini di hari-hari yang pasti,
Tika itu mungkin Allah menarik nikmat cinta duniawi yang dinikmati di waktu ini.
Bukan ana tidak ingin membelikan hadiah untuk hari jadi anti,
Tapi ana bimbang hadiah itu adalah terakhir dari ana untuk anti.
Tidak lagi,
Di hari-hari yang pasti.
Bukan ana tidak mahu memandang wajah anti,
Tapi ana berdoa agar wajah ini menghiasi hari-hari nanti.
Hari-hari yang pasti.
Bukan ana tidak ingin memandang wajah anti,
Tapi ana bimbang wajah ini tidak akan lagi memberikan senyuman di setiap pagi,
Di hari-hari yang pasti.
Bukan ana tidak ingin memandang senyuman anti,
Tapi ana bimbang senyuman ini pudar dan layu,
Di hari-hari yang pasti.
Bukan ana tidak mahu melirik senyuman pada anti,
Tapi ana selalu tersenyum di dalam hati,
Agar senyuman ini 'mahal' di hari cincin di sarungkan di jari..
Anti..
Yakinlah,
Percayalah.
Bukan ana tidak ingin mengatakan rindu pada anti,
Tetapi rindu tika ini tidak akan membawa kepada rindu ana pada Illahi,
Kerana ia bukan hari-hari yang pasti.
Bukan ana tidak ingin mengatakan mencintai anti,
Tapi ana tahu cinta saat ini tidak juga membawa kepada cinta ana pada Illahi,
Kerana ia bukan hari-hari yang pasti.
Kerana ia bukan hari-hari yang pasti,
Ana tidak mahu agar hati ana dan anti mati,
Lalu mematikan hubungan ana atau anti dengan ILLAHI.
Anti..
Intailah sebentar hari-hari yang pasti.
Tika itu,
Andai ana jatuh,
Anti menghulurkan tangan untuk memberi ana harapan.
Tika ana kesedihan,
Anti bersedia untuk tersenyum disisi dan menggembirakan.
Tika ana berseorangan,
Anti lah teman.
Tika ana kelalaian,
Anti lah yang mengingatkan.
Tika itu,
Ana dan anti,
Bukanlah 'ana dan anti' lagi.
Kerana,
Ia adalah hari-hari yang pasti.
Berdoalah untuk hari-hari yang pasti,
Hari-hari yang pasti bagi mereka yang menyandarkan harapan pada jalan kebenaran,
Dan itulah jalan yang telah Islam berikan.
Selamat malam anti..
Moga kita dipermukan nanti,
Di hari-hari yang pasti,
Seperti yang Allahu Rabbi telah janji,
Bagi mereka yang mana hati-hatinya tidak mati di hari-hari yang tidak pasti.
Jadikanlah dirimu mawar yang menyeri & menguntum di jalan dakwah & biarkanlah mawar itu terpaksa melukai tangan-tangan untuk merasai harumnya kasih Allah
------------------------------------------------
"Ya Allah, andai aku rindu, biarlah rinduku bersulam taqwa. Andai aku sayang, biarlah sayangku keranaMu dan DakwahMu! Ameen"
Di hati ini hanya Tuhan yang tahu..
Labels: kempen mempercepatkan nikah, motivasi, rintihan
Tafakur
Thursday, 25 September 2008
Album: Tafakur
Munsyid: Zikraa
Ya Allah... Ya Allah...
Ya Allah... Ya Allah...
Ya Allah... Ya Allah...
Ya Allah... Ya Allah...
Di keheningan malam
Tafakur di kesyahduan
Merindui janji-Mu Tuhan
Bantuan di perjuangan
Ku titiskan air mata
Taubat segala dosa
Moga terangkat penghijab kalbu
Antara kau dan aku
Di keheningan malam
Tafakur di kesyahduan
Merindui janji-Mu Tuhan
Bantuan di perjuangan
Ku titiskan air mata
Taubat segala dosa
Moga terangkat penghijab kalbu
Antara kau dan aku
Ya Allah ya Tuhanku
Ku sujud pada kudrat-Mu
Ku serahkan jiwa ragaku
Pada takdir iradat-Mu
Pimpinlah daku dalam redha-Mu
Kasihi daku dalam rahmat-Mu
Hanya pada-Mu aku mengadu
Ya Allah ya Tuhanku
Di keheningan malam
Tafakur di kesyahduan
Merindui janji-Mu Tuhan
Bantuan di perjuangan
Ku titiskan air mata
Taubat segala dosa
Moga terangkat penghijab kalbu
Antara kau dan aku
Ya Allah ya Tuhanku
Ku sujud pada kudrat-Mu
Ku serahkan jiwa ragaku
Pada takdir iradhat-Mu
Pimpinlah daku dalam redha-Mu
Kasihi daku dalam rahmat-Mu
Hanya pada-Mu aku mengadu
Ya Allah ya Tuhanku
Ya Allah ya Tuhanku
Ku sujud pada kudrat-Mu
Ku serahkan jiwa ragaku
Pada takdir iradhat-Mu
Pimpinlah daku dalam redha-Mu
Kasihi daku dalam rahmat-Mu
Hanya padamu aku mengadu
Ya Allah ya Tuhanku
Ya Allah... Ya Allah...
Ya Allah... Ya Allah...
Ya Allah... Ya Allah...
Ya Allah... Ya Allah...
Download
Pilihlah Aku!
Tuesday, 2 September 2008
Apakah ini suatu anugerah pada ku?
Atau sekadar ujian untuk menguji iman ku?
Apakah ini satu destinasi akhir?
Atau satu perhentian sementara?
Semoga Kau tunjukkan aku jalan yang benar...
Tanpa kasih-sayangMu,
Tanpa belas dan rahmatMu,
Tak mungkin aku di sini
Tak mungkin aku masih di jalan ini...
Berilah aku kekuatan,
Ketabahan hati dan kesabaran yang luar biasa
Agar aku tidak tercicir diantara parajurit yang berbaris itu
Agar aku sebahagian dari cerucuk bangunan itu
Yang saling mengukuhkan antara satu sama lain
Semoga aku ada fungsinya
Walaupun sekadar pemijak kaki...
Ya Allah,
Pilihlah aku!
Moga Kau tempatkan aku dikalangan hamba-hambaMu terpilih
Moga aku akan berada di sana
Di tempat dimana tiada lagi penat dan lelah
Tiada lagi bising dan hiruk pikuk
Yang ada hanyalah ketenangan dan kenikmatan...
Ameen!
Tolong!
Wednesday, 25 June 2008
Tolong ingatkan aku
Andai aku terlupakan Tuhan
Dalam kelapangan dan kesibukan
Dalam kesenangan dan kesusahan
Tolong ingatkan aku
Jangan jadi anak derhaka
Mak ayah jangan dilupa
Usah diluka hati dan perasaan mereka
Tolong ingatkan aku
Supaya ingat pesanan guru
Bukan sekadar ingatan
Tapi tarbiyyah berpanjangan
Tolong ingatkan aku
Dengarlah dan bacalah AlQuran
Tika radio penuh hiburan
Tika televisyen penuh siaran
Tolong ingatkan aku
Dimana Islamnya zahirku
Jika aurat didedahkan
Disingkat, diketat, dijarangkan
Tolong ingatkan aku
Jadilah sahabat yang baik
Sentiasa memberi peringatan
Sentiasa menerima teguran
Tolong ingatkan aku
Dalam memilih pasangan utamakan iman
Kelak ikatan dihindari syaitan
Tolong ingatkan aku
Hidup ini satu kembara
Kutiplah mutiara dalam perjalanan
Moga di sana menjadi bekalan
Tolong ingatkan aku
Diri ini milik Yang Kuasa
KepadaNya diserahkan jiwa
Segala-galaNya
Dialah tumpuan
Cinta-Mu Cinta Abadi
Tuesday, 11 March 2008
Munsyid: Nahwan Nur
Album: Di Kala Hati Bercahaya
Diriku yang kegelisahan
Tak pernah sujud pada-Mu
Akibat ikutan nafsu
Membutakan langkahku
Tangisan sayup kedengaran
Sayu pilu mengenangkan
Diri tiada berhaluan
Kelamku dalam sinaran
Tuhan... Wahai Tuhanku
Ampunilah diriku yang tidak berdaya
Tuhan.... Redhailah perjalananku
Agar tidak sesat berliku
Di penjuru waktu
Ar-Rahman.... Kaulah Tuhanku
Tetap Esa dan dirindu
Di sepanjang waktu
Ar-Rahim.... Aku merayu
Sucikanlah hatiku
Untuk bersama-Mu
Bergetar bibirku syahdu
Melafazkan kalimah-Mu
Kini baru aku sedari
Cinta-Mu cinta abadi
Doa Seorang Kekasih
Monday, 18 February 2008
Munsyid: In-Team
Album: In-Team '04
Oh Tuhan, seandainya telah Kau catatkan
Dia milikku, tercipta untuk diriku
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan
Ya Allah, ku mohon
Apa yang telah Kau takdirkan
Ku harap dia adalah yang terbaik buatku
Kerana Engkau tahu segala isi hatiku
Pelihara daku dari kemurkaanMu
Ya Tuhanku, yang Maha Pemurah
Beri kekuatan jua harapan
Membina diri yang lesu tak bermaya
Semaikan setulus kasih di jiwa
Ku pasrah kepadaMu
Kurniakanlah aku
Pasangan yang beriman
Bisa menemani aku
Supaya ku dan dia
Dapat melayar bahtera
Ke muara cinta yang Engkau redhai
Ya Tuhanku, yang Maha Pengasih
Engkau sahaja pemeliharaku
Dengarkan rintihan hambaMu ini
Jangan Engkau biarkan ku sendiri
Agarku bisa bahagia
Walau tanpa bersamanya
Gantikanlah yang hilang
Tumbuhkan yang telah patah
Ku inginkan bahagia
Di dunia dan akhirat
PadaMu Tuhan ku mohon segala
Labels: kempen mempercepatkan nikah, nasyid, rintihan
Kerlipan Cinta
Saturday, 12 January 2008
Munsyid: Rabbani
Hidayah
Kerlipan cipta cintaku
Harum rembulan mawar
Dingin dihakis cita keseorangan
Aku masih menghitung diri
Kesiangan yang panjang
Ingin mengisi hati
Padamu Kasih
Satukan aku
Dengan rahmatMu
Dengan kalimah
Malam siangku
Berliku-liku
Duri dugaan
Siratan cinta
Biar di jemala mentari
Dan di bahu gunung berapi
Pasrahku abadi untukmu
Untukmu..
Ku kembara setia disisiNya
Ku inginkan bahagia abadi
Ku impikan sentosa naunganNya
Selamanya...
Izinkan aku mencintai Mu
Wednesday, 9 January 2008
oleh: Aa Gym
CINTA..
Kau selalu memandangku walau mataku terpejam
Kau selalu ingat padaku meskipun aku lupa
Kau memberi yang aku butuhkan
Biar aku ta’ meminta
Kau hadirkan yang terbaik untuk ku dalam permintaanku
walau aku ta’ berfikir apakah yang terbaik
Tetapi…
Mengapa hatiku belum mendapatkan cinta
Dalam hariku aku selalu memohon
Tetapi…
Mengapa hatiku belum merasakan cinta
Dalam langkahku ku, ku inginkan selalu ada
Cinta sejati…
Cinta yang selalu membuat linangan air mata,
bukan hanya pada saat kesedihan dan kebahagiaan ku
Cinta yang selalu membuat ku rindu,
tidak hanya saat aku sendiri
Dan cinta yang selalu membuat ku kembali berdiri
Mungkin…
Mungkin hatiku terlalu beku
Mungkin aku terlalu aku
Ingin ku buat bunga kaca dengan warna kaca
Ingin ku buat puisi dengan tinta yang ta’ berwarna
Ingin ku ungkapkan kata tanpa suara
Andai dengan ingin ku, aku bisa
Wahai Matahari…
Bantu aku agar dapat mencintai seperti dirimu
Wahai Penghuni langit…
Doakan aku agar aku dapat merasakan rindu
Dalam keramaian aku hilang dalam kesendirian menuju cinta
Tetapi yang ku dapat hanya cinta pada pandangan pertama
Mengapa…
Mengapa masih saja ta’ bisa
Ya Rabbi, berikanlah rasa cinta selalu di hatiku pada Mu
Koleksi Rindu Seorang Aku
Sunday, 6 January 2008
Di sini…aku terdiam resah,
Menghitung memanik rindu,
Menafsir dedebu kasih…
Sebagai hamba Allah,
Kurindukan limpahan kasih rahmatNya,
Kupohon seberkas ihsan untuk secebis keampunan,
Kupohon keredhanNya atas segala-galanya,
Lantas aku terpaku…
Layakkah hamba yang dhaif ini dikabulkan doanya?
Sebagai seorang anak,
Kurindukan titian kasih sayang,
Dibanjiri belaian kasih sayang tak bertepi,
Menjadi penghibur derita dan penawar nestapa,
Jua kucuba menggamit keredhaanNya,
Lantas aku terdiam…
Merenungi hakikat anak soleh yang masih jauh.
Sebagai seorang sahabat,
Kurindukan untaian mesra,
Untuk mengundang serantai mesra ukhuwwah,
Bersama mengisi derita,
Jua berkongsi bahagia,
Namun aku tahu,
Aku belum mampu menjadi insan bergelar sahabat sejati.
Sebagai seorang pelajar,
Kurindukan segumpal kejayaan,
Agar mampu mengukir senyuman si pengharap,
Mencipta kepuasan ibubapa tercinta,
Jua mengering keringat jerih mereka,
Tapi… Aku cukup mengerti aku belum bersedia.
Dan di sini aku terpaku dan terdiam,
Di bening malam kubermunajat kepada Illahi,
Mengalung restu dan doaNya,
Ku pasrah pada Mu Ya Illahi..
Batuk
Tuesday, 25 December 2007
"Assalamu'alaikum wrt wb!"
Hmm. Senyap je. Dah tido kot? Ana pun perlahan-lahan tutup pintu dan berjengket macam pencuri agar tidak membuat kacau bilau.
Jam menunjukkan pukul 10 malam. Patutlah, pasti mengantuk tunggu ana pulang. Kesian. Dan bila ana menolak pintu kamar, dalam kegelapan tu masih ternampak juga bayangannya. Lawa juga zaujati habibati bila tengah tidur. Tenang je wajahnya. Masya Allah. Alhamdulillah wa syukurilllah.
Ana pun terus ke bilik air untuk mengambil wudhu'. Ingat nak solat sunnat dahulu sebelum tidur. Alhamdulillah setelah selesai, ana pun rebahkan diri ke katil.
"Ehemmm.."
"Ya humaira, ingatkan dah tidur tadi? Apesal bunyi lain je eh batuk tu? Batuk mentel ke?"
"He.. hee.."
"Gi ambil wudhu'. Abang tunggu ni"
"Along! Bangun! Dah Subuh!"
uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! tunggu lah kejap!!! sepoil je lahh ayah ni!!! tengah mimpi shoik-shiok seh uwaaaaaaaaaaaaaaaa!!!
Sayang ibu
Sunday, 16 December 2007
along: "ibu, susah lah nak jadi baik. along tau along banyak sekali dosa terhadap ibu."
ibu: "ibu pun tau memang susah nak jadi baik. kalau senang, memang semua orang dalam dunia ni baik"
along: "maafkan along eh bu? along sayang ibu!"
ibu: "sayang ibu abih nak tinggalkan ibu..?"
1 Syawal 1428H
To understand or not to understand
Saturday, 15 December 2007
The heart feels very very heavy at this point of time.
When the mind is full of thoughts.
It's just the enlightenment which is much needed.
But seems that the night doesnt want to end with a light heart.
I don't like unsettling feelings before closing my eyes to rest.
It's too teary a night.
It's just uncomfortable.
Maybe I think too much.
Or too concerned.
Or disappointed with myself.
Or a spur moment of failure.
It's just hard to understand isn't it?
Of what is felt deep inside?
What's to share when one doesn't even get it?
It's just at the wrong time isn't it?
Just like a ticking bomb, waiting to explode.
Of which I pray it doesn't.
Maybe at this moment, you too do not understand.
Because you can't seem to empathise.
Because you're not in my shoes.
Perhaps, you were never in my shoes.
Except for You i place my trust...
I'll try to stay strong...
Even if I might crumble...
Aameen Ya Rabbal 'Aalamiin.
When shallow breather arrives, it always remind me the end of time.
But thank You for still letting me see the world, still...
Maybe it's time for seclusion.
Can't handle it no more.
xx Sometimes it's better to be invisible but active. Rather than visible but latent.
http://widzgeek.blogspot.com/
My joy
Monday, 10 December 2007
My joy –
My Hunger –
My Shelter –
My Friend –
My Food for the journey –
My journey’s End –
You are my breath,
My hope,
My companion,
My craving,
My abundant wealth.
Without You — my Life, my Love –
I would never have wandered across these endless countries.
You have poured out so much grace for me,
Done me so many favors, given me so many gifts –
I look everywhere for Your love –
Then suddenly I am filled with it.
O Captain of my Heart
Radiant Eye of Yearning in my breast,
I will never be free from You
As long as I live.
Be satisfied with me, Love,
And I am satisfied.
Rabi’a al Basri
Allahurabbi..
Wednesday, 21 November 2007
Allahurabbi..
Dikala saat yang lain lagi tidur dengan lena, aku bangun untuk menghadapMu.
Allahurabbi..
Dikala pagi nan syahdu, aku merindu. Aku merindui saat ketika aku bangun untuk berwudhu', isteriku akan menyusuli. Dan aku merindui saat aku mengimamkan solat, isteriku akan berada di belakangku.
Allahurabbi..
Bila rindu itu datang, hanya Engkau sahaja yang Maha Mengetahui bagaimana hati ini menanggung. Rindu itu tidak berteman, rindu itu keseorangan. Hanya air mata menjadi pengubat hati. Sekalipun ia perit di hati, andai rindu ini dapat membawa diri dekat padaMu, andai air mata ini dapat membersihkan mazmumah di hati, aku redha dan pasrah. Kerana aku tahu, rindu ini pasti berbalas.
Allahurabbi..
Di kala aku merindu, janganlah biarkan rindu itu melebihi rinduku terhadap Engkau dan Rasulullah s.a.w kekasihMu.
Allahurabbi..
Andai ditakdirkan tiada cinta daripada Hawa untukku, cukuplah hanya cintaMu memenuhi dan menyinari kekosongan jiwaku, biarlah hanya cinta daripada kedua ibu bapaku yang memberi hangat kebahagiaan buat diriku, cukuplah sekadar cinta adik-beradik serta keluarga yang membahagiakan diriku.
Allahurabbi..
Ya Allah..
Thursday, 8 November 2007
Ya Allah
Aku mohon kepadaMu untuk mendapat rahmat dari sisiMu
Untuk membimbing qalbuku
Mengatur hal-hal yang belum teratur
Menolak godaan
Meperbaiki hubunganku
Memelihara agamaku
Menjaga niatku yang tidak kelihatan
Mengangkat dan mensucikan amalku yang kelihatan
Mencemerlangkan wajahku
Memberi petunjuk kepadaku
Untuk melangkah ke jalan yang lurus
Memenuhi hajatku
Dan menjaga daku dari segala kejahatan
Ya Allah
Sesungguhnya aku pohonkan keimanan yang tulus ikhlas
Melimpahi seluruh hatiku
Aku pohonkan juga keyakinan yang benar
Sehingga aku mengetahui
Bahawasanya tidak akan mengenai diriku oleh sesuatu musibah
Kecuali apa yang telah Engkau tentukan buat diriku
Jadikanlah aku redha menerima segala ketentuanMu
Ya Allah
Aku pohonkan keimanan yang jujur
Keyakinan yang tidak kufur lagi kemudiannya
Aku pohonkan juga rahmatMu yang dapat menampung anugerah kemuliaan rahmatMu
Di dunia dan di akhirat
Aku pohonkan kemenangan ketika menemuiMu
Ketabahan hati menerima keputusanMu
Aku pohonkan darimu tempat kedudukan para syuhada
Dan kehidupan orang-orang yang bahagia
Dan mendapat pertolongan untuk menghadapi musuh
Dan menyertai para nabiMu
Ya Allah
KepadaMulah aku menempatkan hajatku
Meskipun lemah buah fikiranku
Dan singkat amalku
Namun aku amat berhajat kepada rahmatMu
Oleh kerana itu
Aku mohon kepadaMu
Wahai Pengadil Segala Perkara
Penyembuh Segala Hati
Sebagaimana Engkau telah menyelamatkan aku dari amuk tengah samudera lautan
Semoga Engkau selamatkanlah aku dari hukumanan siksa api neraka
Huru-hara fitnah kubur
Dan godaan-godaan terkutuk yang menghancurkan
Ya Allah
Dimana buah fikiranku sangat lemah
Dan amal-amal perbuatanku sangat jauh dari sempurna
Niat serta cita-citaku tidak mampu berbuat kebajikan
Yang pernah Engkau janjikan kepada seseorang dari hambaMu
Atau sesuatu kebajikan yang pernah Engkau anugerahkan
Kepada seseorang daripada makhlukMu
Aku berdoa
Dan tetap memohonkan juga perlindungan dan kekuatan dariMu
Engkaulah Tuhan
Penguasa Seluruh Alam
Ya Allah
Jadikanlah kami orang yang menunjukkan
Dan dapat petunjuk
Tidak sesat dan menyesatkan
Bersedia memerangi segala musuh Tuhan
Hidup damai dengan segala kekasih Tuhan
Kami akan terus mencintai siapa yang Engkau cintai
Dan memusuhi siapa yang Engkau musuhi
Iaitu makhluk-makhluk yang menentangMu
Ya Allah
Inilah doa permohonanku
Terserahlah kepadaMu untuk memperkenankan
Inilah yang terkuasa olehku
Hanya kepadaMulah terletaknya harapan
Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah
Dan kepadaNya jualah kami pasti akan kembali
Tiada daya dan upaya kami
Melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi
Lagi Maha Agung
Hanya Pada MU
Sunday, 30 September 2007
Makin dipendam makin lara,
Rindu hati tidak terkata.
Tiada teman tempat berbicara,
Hanya pada MU ku serah derita..
Tidak.. :'(
Friday, 21 September 2007
Assalamu'alaikum wrt wb.
Tadi ana ke Woodlands kerana ada kompiter yang sakit. Alhamdulillah sempat mengejar bas 187 yang terakhir. Penuh juga bas, ramai penumpang walaupun sudah larut malam.
Ana dapat tempat duduk yang ketiga dari belakang. Dan di kerusi depan ana tu, ada seekor belalang sesat entah dari mana dan berapa lama ia berada dalam bas yang sejuk itu. Ana rasa sejuk, abih nampak macam belalang tu pun menggigil. Maka ana suspek yang belalang itu pun kesejukkan.
Besar juga belalang ni. Bukan seperti belalang-belalang yang kita selalu tangkap di padang sekolah waktu kecil-kecil dahulu. Yang ni saiznya macam hotdog. Bayangkan ada hotdog warna hijau yang boleh lompat berada depan mata antum. Anjat tau boboi!
Kesian belalang ni, ke hulu ke hilir ia berulang-alik. Mesti tengah risau dan rindu isteri tersayang di sarang keseorangan. Dalam bas kesejukkan lagi. Zakat belum bayar. Nanti sahur anak-anak nak makan apa?
Ia henti di hujung kerusi, berdekatan dengan tingkap. Lama ia termenenung. Teringat pesan arwah datuknya, jangan naik bas yang berhawa dingin. Tingkapnya tidak boleh dibuka. Tapi ia nekad untuk keluar juga. Barangkali ia tidak dapat mengenal apa itu pintu.
"Tup!"
Aduh terhantuk di kaca tingkap. Gagal percubaannya untuk melompat keluar. Kalau saiznya kecil macam lipas ke cicak, tak apa juga ana boleh tangkap dan tetap menten macho. Tapi apakan daya. Ana pun bukan pakar serangga. Kot-kot spesis ini kalau disentuh nanti boleh mengakibatkan kulit gatal. Ya ana tau ana gatal, tapi kalau gatal bertemu dengan gatal, miang lah jawapannya.
Belalang itu pun hinggap di kaca tingkap, masih mencari jalan keluar. Terlalu dekat, tapi masih terlalu jauh.
Perhentian bas ana pun dah nak dekat. Tsk. Macam mana ni? Guna songkok? Tapi kalau terlepas, aniaya ia terbang ke depan buat nyonya yang duduk terkangkang tu pekik. Depan ana pula ada sepasang kekasih sedang mentel bercumbu-cumbu. Nanti dorang ingat ana cuba nak mengendap pula.
"Ding-Dong!"
Dengan berat hati ana melangkah ke pintu. Belalang masih mabuk di belakang, menghinggap di kaca tingkap. Terasa sebak, ana cuba tahan air mata. Bas pun bergerak dan ana hanya mampu melihat belalang itu pergi. Entah apalah nasibnya. Macam mana kalau tak dapat keluar? Bas lepas syif akan terus pulang ke depot. Keseorangan. Kegelapan. Dahaga. Lapar. Sunyi.
Terduduk sekejap ana di bangku perhentian bas. Orang berhampiran pun pelik apa hal si dekni menangis malam-malam buta. Namun Allah saja tahu apa yang terbuku di hati ini.
Ya Allah, Kau selamatkanlah dan lindungilah belalang dalam bas 187 itu..
Jauh
Sunday, 9 September 2007
Hendak berangkat ke negeri Melaka,
Jauh belayar meniaga papan.
Kita jauh bukannya lama,
Rindu tak apa bersedih jangan.
